Tausyiah

Hasan Al-Banna
Seorang da'i itu, jika dalam kelas ia menjadi yang paling cerdas, seolah dihabiskan hidupnya untuk belajar. Jika di tempat olahraga ia menjadi yang paling tangkas, seolah hidupnya dihabiskan untuk berlatih. Jika di majelis Al-Qur'an ia menjadi yang paling fasih dan banyak hafalannya, seolah hidupnya dihabiskan untuk menghafal. Dan dalam proyek-proyek dakwah mejadi yang terdepan, seolah habis hidupnya untuk proyek-proyek dakwah tersebut.

Rabu, 31 Juli 2013

Maaf terakhir



Guyuran hujan malam itu tidak menyurutkan langkah kami untuk ber ikhtiar mencari kesembuhan Sakitnya, derasnya air yang tumpah kebumi, seakan mengisyaratkan bumi ikut menangis atas musibah yang sedang keluarga kami alami.

Perjalanan malam ini menuju rumah sakit yang ditempuh dengan waktu 6-7 jam normalnya, kini harus kami tempuh lebih dari itu, karena adikku yang sedang sakit tidak bisa mengalami goncangan sehingga akan menambah parah sakitnya.

Allahu robbi...
dengan rahmat dan pertolonganMu kami selamat dalam menempuh setengah perjalanan ini, meskipun harus terkadang berhenti seketika, karena adikku merasakan sakit pada perutnya.

Tepat pukul 01.30 WIB dini hari kami berhenti di sebuah rumah makan, setelah beristirahat sejenak dan kami melakukan sholat berjama'ah, adikku menyusul lalu berwudhu dan melakukan sholat tahajjud di mushola sederhana itu. Kami yang sedari tadi telah selesai hanya mampu memandanginya dari belakang tempat sholatnya, Aku dan Ibu tetap bertahan menungguinya hingga selesai dia Sholat, wlau saat itu kakak dan beberapa kerabat sudah kembali ke mobil.
Sholat Di Masjid
Setelah salam,,,lama dia tertunduk, tidak tahu do'a apa yang sedang dia ucapkan dia terlihat sangat khusyu sekali. Aku yang memandanganya dari kejauhan bagaikan patung yang tersihir olehnya, deraian-demi deraian keharuan menetes jatuh di pipiku, ada perasaan haru, dan bahagia bercampur didalam benakku.
Allah terimakasih Engkau lembutkan hatinya dengan do'anya dihadapanMu, semoga Kau berikan dia kesembuhan, aamiin”
Lama juga aku berdiri mematung dibelakangnya, akhirnya dia mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya, berakhirlah sudah do'a panjangnya di malam itu.

Dia membalikkan wajah dan tubuhnya ke arah kami, Aku dan Emak. Jelas sekali wajahnya yang kuning pucat, namun terlihat bagai cahaya dari kejauhan, Ah perasaanku menjadi sangat kacau melihat kondisi fisiknya yang seperti itu...
lambat sekali jalannya menuju ke arah kami, serta merta diraihnya tangan Emak lalu diciumnya, hingga diapun bersujud di kedua kaki Emak.

“Emak...maafin arifin ya? Selama ini banyak khilaf dan salah sama Emak, mak maukan maafin arifin?
Terus dia ucapkan kata maaf itu dengan tangisan penyesalan dan sujud mencium kaki emak.
“Iya Arifin sudah Emak maafkan,,,sekarang Emak hanya ingin arifin semangat untuk sembuh, dan banyak berdo'a sama Allah, kan kita semua sedag ikhtiar buat Arifin, jadi ga usah mikir yang macam-macam ya...”
Emak dan aku seraya mengusap pundaknya, astaghfirulloh tubuh yang gagah dahulu kini begitu terasa ringkih dan seperti tinggal kulit dan tulang saja, kasihan sekali kamu adikku...

“Pokoknya kamu harus terus semangat ya, mba dan semua keluarga disini akan semaksimal mungkin berikhtiar dan berdo'a buat kesembuhan Arifin, yang pastinya Arifin harus lebih dekat lagi dengan Allah ya...”

Allahuakbar...Dia yang mulut dan sikapnya terkadang tajam dan arogan, kini merendahkan diri dihadapan seorang ibunda, mencium tangan dan kedua kakinya demi mendapatkan pintu maaf sang bunda, semoga Allah menerima taubatmu adikku dan Allah ridho padamu. Aamiinn

sudah terhitung malam ke 40 hari ini kami menginap dirumah sakit, untuk merawatnya. Kami berusaha sekuat-kuatnya untuk senantiasa memotivasinya walau kenyataan tidak sesuai dengan keinginan, aku berusaha legowo dan tawakal padaNya.

Siang ini cukup banyak yang aku dan Arifin perbincangkan, kesehatannya sudah terlihat lebih baik. Hingga malam ba'da maghrib masih saja ada yang menjenguknya, beliau tetangga rumah kami yang datang bersama keluarganya untuk menjenguk adikku.

Pak Arifin minta maaf ya, kalo selama ini mungkin punya salah sama Bapak, Ibu dan Arifin titip juga tolong sampaikan maaf Aku ke orang-orang di kampung, soalnya takut ga sempat pulang. Insyaalloh besok sudah mulai kemo jadi kemungkinan Arifin tinggal di palembang untuk sementara waktu. Terimakasih pak sudah mau jenguk Arifin, maaf merepotkan ya..” ujar adikku.

Arifin cepat sembuh ya, Bapak dan ibu juga mendo'akan Arifin bisa sehat lagi, yang sabar ya Fin, banyak berdo'a sama Allah, Bapak dan Ibu mau pamit pulang sudah malam ndak bisa lama-lama”. Kata bapak itu sambil bersalaman.

Aku masih memperhatikan percakapan adikku dengannya, mereka berpamitan dan bersalaman, dipeluknya adikku bersama tangisan iba nya melihat Adikku yang terbaring lemah dan pucat bercahaya. Kutahan agar tak jatuh air mataku, melihat begitu haru mereka pada adikku dan sayangnya mereka pada adikku.

Namun hanya Allah yang tahu, segala amal yang tersembunyi maupun yang nampak. Dan hanya pada Allahlah kelayakan pembalasan atas amal baik dan buruk yang kita lakukan. Kau begitu dikasihi oleh tetangga-tetanggamu Dik, mereka yang datang lalu menangis melihatmu, mereka begitu menyayangimu Dik, begitu juga dengan Mbamu, Emak dan Kakak-kakak semuanya, kami menyayangimu, lekas sembuh ya Adikku...

Malam ini terasa begitu panjang, sebab si Adik gelisah terus dan tidak bisa tidur. Aku khawatir sekali jika sampai down kondisi badannya ini akan mengefek pada pembatalan kemo besok pagi, Ya Allah berikanlah ia ketenangan dan jauhkan dari rasa sakit ya Allah.aamiin.
Berapa kali dia mengigau, dan mengajakku berbicara padahal hari sudah sangat larut.

“ya sudah Arifin istirahat dulu aj ya, kan besok sudah mau di kemotrapi jadi ga boleh sampai kurang istirahatnya, banyak berdo'a dan zikir ya dik sebelum tidur supaya tetap dijaga sama Allah”, ujarku mengingatkannya.

“Iya mba Arifin akan istrahat, arifin akan nurut apa yang mba katakan, Astagfirullloh hal adhiiim, Astagfirullloh hal adhiiim, Astagfirullloh hal adhiiim,,,” dengan zikirnya ia mulai tertidur dan tak lagi ku dengar suara nya.

“Mba sini,,,deket Arifin, arifin mau tanya ke Mba?”
aku perlahan menghampirinya lagi, ada sesuatu yang ingin dia tanya
“ Mba punya musuh ga?”tanyanya
“Nggak, memangnya kenapa kok nanyanya seperti itu?” jawab sambil balik bertanya
“Iya,,,berarti hanya mba yang bisa bacakan Ifin”, katanya
“Bacakan apa maksud Ifin?, tanyaku penasaran
“ya Bacakan Ifin ya Mba,,,
“Iya nanti mba bacakan buat Arifin ya, sekarang arifin harus istrahat dulu ya” kataku seraya memngambil mushab untuk siap tilawah di sampingnya.
“Iya mba arifin akan menurut apa yang mba katakan, arifin mau istirahat dulu ya mba, Astagfirullloh hal adhiiim, Astagfirullloh hal adhiiim, Astagfirullloh hal adhiiim...”suaranya semakin melemah dan tak terdengar lagi seraya matanya terpejam tidurnya terlihat pulas sekali.
Foto ini diambil 3 hari sebelum dia meninggalkan kami
Kalimat tahlil itu, terus dan terus aku bisikkan ditelinganya namun hanya gerakkan kecil saja yang terlihat dari bibirnya dan tubuhnya yang lunglai saat itu. Ia lunglai lemah tanpa suara...jiwanya pergi meninggalkan jasad dan orang-orang yang mencintai serta mengasihinya...

Adikku...saat rohmu pergi bersama malaikat izroil...
mba dan emak berusaha mengikhlaskan mu...
air mataku seakan-akan sudah tak mampu lagi keluar dari mata..
sebab sedih ini terlalu dalam di hati...

hanya kalimah-kalimah zikir yang mampu ku kumadangkan
sambil ku usap wajahmu yang tampan,
ini adalah yang terakhir mba mengusap dahi dan wajahmu dik...
Semoga kau tenang disana, dimuliakan disisiNya...
Teriring doa terbaik mba untukmu...
teriring fatihah selalu untukmu...

Ada satu kata yang belum bisa mba ucapakan padamu...
“maaf” maafkan mba yang menginginimu ber istirahat...
Aku tak tahu kalo ini menjadi istrahatmu yang sesungguhnya...
Istighfar menjadi kalimat terakhir yang kau ucapkan...
Maafkan mbamu ini dik...
maafkan mbamu...

bukan maksud menginginkamu beristirahat selamanya,,,
Bukan...
bukan ini...

mba menyesal mengucapkan kalimat itu padamu dik...
sekali lagi maafkan mba yaa...Mba sayang kamu dik...



Jakarta, 1 Agustus 2013
23 Ramadhan, 1434 H







Senin, 22 Juli 2013

Ta'jil On The Road

Setelah syuro dengan beberapa pengurus akhirnya tercetuslah Badaris Kramat akan mengadakan ta'jil on the road sekitar lampu merah senen. Malam itu ba'da Syuro ana mampir dulu kepasar senen belanja bahan-bahan buat kue donat, alhamdulillah bahan-bahan sudah tersedia paginya langsung saja beraksi, meskipun awalnya ragu, cos teman-teman ada yang janji akan datang pagi-pagi kerumah untk membantu membuatkan kue donat, ahaaiii tidak sendirian donk.

Namun kutunggu hingga pukul 08.00 wib pagi, tidak ada yang hadir malah sms pada masuk yang pesannya:

" Afwan ana di telpon buat lembur kekantor ukhti, jadi kemungkinan sore ana bisa bantunya",

"Assalamu'alaikum ukh. afwan hari ini liqo an ana di ganti pagi, kemungkinan siang ana kerumah Anti,"

"Afwan kak tidak dapat ijin sama orang tua,"

Ya pada akhirnya anapun harus sendiri dahulu, ya sudah ikhlaskan saja teman-teman yang memiliki kesibukan luar biasa itu. Alhamdulillah Ibu dan Mbaku ikut bantuin bulet-buletin adonan, meskipun ana yang harus membuat adonan sebanyak 4 Kg terigu. Huft cukup melelahkan sekaligus menyenangkan, puaaaas bisa belajar buat kue, semoga kuenya nikmat ya..aamiin...

Akhirnya siang ini 2 orang datang untuk membantu, alhamdulillah lumayan 1 kg lagi mereka yang ngerjain. Akhirnya sore pukul 15.00 WIB kami selesai membuat kue dan siap untuk dibungkus bersama kurma.Oh iya kurma nya kami belum beli, akhirnya kami meluncur kekampus nge Drop kue dan ana minta bantuan teman-teman yang lainya untuk membungkusnya dan ana langsung meluncur ke Jatinegara mencari kurma bersama ukhtina Iyya.


Sudah cukup sore tema-teman akhirnya baru datang dan alhamdulillah sudah banyak pasukan untuk bisa dikerahkan bagi-bagi ta'jil...tepat pukul 17.50  WIB sore....yuhuuuu.... saatnya ber aksi...

Nah ini dia aksi kami saat bagi-bagi ta'jil di lampu merah Senen Jakarta Pusat.

Rasanya ingin aku nyanyikan lagu dari Brothers: Selamat Berjuang Sahabatku"

http://youtu.be/ToTCUMJ3mZk



Malam siang berlalu
Gerhana kesayuan
Tiada berkesudahan

Detik masa berlalu
Tiada berhenti
Oh syahdunya
Sejenak ku terkenang
Hakikat perjuangan
Penuh onak dan cabalan

Bersama teman - teman
Arungi kehidupan
Oh indahnya o ooo
Berat rasanya
Didalam jiwa
Untuk melangkah 
meninggalkan semua
Kasih dan cinta
Yang terbina
Diakan selamanya
O ooo

Slamat berjuang sahabatku
Semoga Alloh berkatimu
Kenangan indah bersamamu
Takkan kubiar dia berlalu
Berjuanglah hingga ke akhirnya
Dan ingatlah semua ikrar kita
Hati ini sayu mengenangkan
Sengsara di dalam perjuangan
Jiwa ku merana dan meronta mengharapkan
Kedamaian dan jua ketenangan wo uwo

Tetapi kuatur pada hakikat
Suka dan duka dalam perjuangan
Perlu ketabahan dan kekuatan
Keteguhan hati berlandaskan iman
 
Slamat berjuang sahabatku(sahabatku)
Semoga Alloh berkatimu (berkatimu)
Kenangan indah bersamamu (bersamamu)
Takkan kubiar dia berlalu (ooooo)
Berjuanglah hingga ke akhirnya
Dan ingatlah (ingatlah) semua ikrar kita

O o ohooo ho o ohooo 



Semoga Perjuangan ini tidak akan pernah kenal henti, walau dimanapun kalian nanti berada...
Semoga ukhuwah kita hingga kita ke syurga-Nya..aamiin..

Sabtu, 06 Juli 2013

"Dendam! gara-gara KRS (Kartu Rencana Study)

Kegagalan itu hal biasa. 
Kalau aku tidak mau bangkit itu yang luar biasa, karena meremehkan diriku sendiri yang punya kekuatan. 
Aku siap dan berani untuk menghadapi saat harus gagal. 
Karena setelah itu pasti ada jalan untuk sukses. 
Dengan adanya kegagalan, justru membuat aku semakin kuat dan bergairah pada kesuksesan. 
Tidak ada waktu bagiku untuk meratapi dan menyesali pada kegagalan, capek deeh...! 
kadang kegagalan yang kita alami lebih karena kita tidak mampu menempatkan antara ketepatan dan kecepatan. 


Padahal Rasulullah SAW bersabda: ”Jika engkau mengingkan sesuatu perkara, maka pelan-pelanlah (tenanglah), hingga Allah SWT menunjukkan padamu jalan keluarnya.”(HR. al-Bukhari).

Mungkin bisa jadi kegagalanku kali ini memang akibat dari ulahku juga, tidak mau patuh pada perintah. 
hari ini aku harus gagal mengikuti ujian Akhir Semester matkul Web Programing, padahal cukup prepare juga untuk menghadapi ujiannya. Pukul 16.33 aku sudah tiba di kampus dengan seragam putih hitam dan perkap ujian, seperti laptop dll, aku masih punya waktu setengah jam untuk mengulang pelajaran dan itu aku lakukan di Mushola kampus. Tepat pukul 17.00 Wib aku berjalan menuju ruang ujian, wah sudah penuh rupanya ruangan dengan mahasiswa/i yang siap menghadapi ujian. 

Aku masuk dan mengambil posisi duduk nomor dua terakhir dari belakang, karena memang hanya kursi itu yang tersisa. Dosen sudah membagikan soal-soal ujian ke masing-masing  meja mahasiswa.

Tiba-tiba dia bertanya denganku

"KRS nya bawa?" sambil ingin menyodorkan soal-soal ujian
Aku yang saat itu masih mengambil posisi duduk dan menaruh di atas meja, sedikit melongo. Aku lupa! ternyata aku belum print KRS ujian, hhmm berharap bisa nego dengan dosennya. Dengan wajah polos aku bilang.

"Maaf Bu saya lupa print" kataku
"Kamu tidak bisa ikut ujian ini kalo ga ada KRSnya, sekarang bawa semua isi tas kamu tinggalkan kelas ini! 10 menit dari sekarang, saya beri waktu buat print KRSnya". dengan nadanya yang cetus

Shock banget dengernya, dimana aku harus print out KRS, secara lingkungan kampusku ga ada yang punya rental komputer*miris banget yaa...
Akhirnya dengan wajah bingung dan kecewa aku keluar dari ruangan, sepanjang jalan aku cari rental komputer yang bisa print namun belum juga ku temui, di sepanjang jalanpun tak ada. Ku lihat jam pada Hapeku, hhmm sepertinya sudah lebih dari 10 menit aku belum juga menemukan tempat print out.
Dengan berbagai pikiran yang berkecamuk dalam hati, maka aku putuskan untuk tidak kembali ke ruang kelas. Yeahhh aku pikir aku harus pulang itu akan lebih baik, walaupun dengan segudang kekecewaan dan kegagalan. Dengan perasaan menyesal, kecewa, sebal semua menjadi campur aduk dalam hatiku. Aku harus instropeksi diri! tak boleh menyalahkan dosen ataupun kondisi, mungkin Allah SWT punya rencana lain setelah ini. Aku berusaha berfikir keras saat berada di angkutan umum menuju rumahku.

 "Sekarang Aku boleh gagal, dan itu tidak akan terjadi lagi di kedua kalinya, camkan itu!,  dan teruntuk dosenku yang baik hatinya...terimakasih telah memberikanku kesempatan 10 menit untuk bisa mengikuti Ujian itu" ujarku dalam hati
Gara-gara ga print KRS, aku harus menanggung ujian HER dan kalo tidak maka nilaiku akan Nol. Sebenarnya hatiku berontak, jujur ini benar-benar konyol buatku, bagaimana mungkin cuma tidak print out KRS saja sampai ga bisa ujian dan akibatnyapun fatal sekali.

Oke bu dosen! 
Mulai saat ini aku akan membuat perjanjian pada diriku sendiri, aku yakin tanpa aku mengikuti ujian kali ini bukan berarti aku tidak bisa menjadi programer web kelak, Aku akan buktikan pada diriku sendiri dan kalian yang membaca tulisanku. 
Aku bisa menjadi PROGRAMER WEB nanti!! aamiin ya Robb,  walau kali ini aku telah gagal mengikuti ujian, ujian yang membuatku hampir down. Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan motivasinya pada diriku yang lemah ini lagi dhoif, untuk menata ulang semua jadwal agenda. Semoga Ramadhan kali ini memberikanku angin semangat yang baru....agar aku belajar dari kegagalan yang telah menimpaku...

Maka kuputuskan untuk masuk ke gramedia dekat rumahku dan membeli 3 judul buku yang berkaitan dengan web programing, yah aku dendam dengan keadaanku sekarang, dendamku harus terbalaskan dengan aku bisa menguasai mata kuliah web programing ini.

Bismillah...semoga Allah SWT meridhoi dan berkenan memberikan sebagian kepandaian dan kemampuanNYa untuk Aku, agar diri ku mampu menaklukkan program ini,,,aamiin ya Allah...^_____^)

Mulai sekarang aku akan membuat KRS pribadi, Kartu Rencana Sendiri, rencana untuk bisa mewujudkan menaklukkan program WEB dan dapat menjadi programer Web. Bismillah,,,bismillah...

Semoga Aku kalian yang membacanya, kelak mampu mewujudkan apa yang kalian cita-citakan..aaamiin..

Mohon do'a ya Man Teman...

Jazakallahu khoiron katsir...


Semua yang kita rencanakan semuanya tetap kembali kepada TakdirNYa, tugas kita hanya berusaha, berdo'a dan bertawakal pada Allah SWT. Dan satu yang tidak boleh lupa juga, "YAKIN, Allah akan menolong kita, insyaalloh semua bisa kita wujudkan, semoga Aamiin".

GoodLuck For All








Selasa, 28 Mei 2013

" Mood dan Hamasah "

Sudah beberapa hari ini perasaan ga mood, lantaran kebanyakan tugas. Apalagi tugas kampus yang se abrek-abrek, duuhhh rasanya ingin nangis ;(

Bukan itu juga sich, banyak tugas-tugas Organisasi yang perlu pematangan dan kordinasi disana sini, hmm sedkit menguras energi dan fikiran.

Robb...sehatkan hamba untuk menyelesaikan semuanya.Aamiin

Tenggang waktu pembuatan tugas KKP sebenarnya waktunya sudah habis, deadline tanggal 25 mei 2013 hingga tanggal 28 Mei 2013 belum juga selesai, huufft^^
Untung dosennya baik hati, setelah ngomong baik-baik dengan beliau ternyata masih di perpanjang hingga hari jum'at tanggal 31 Mei 2013.

Ayooo dunk semangat menyelesaikan tugas Kampus :

1. KKP deadline jum'at 31 Mei 2013
2. Tugas Analisa Web lalu tuangkan dalam 4 Diagram ( Sequence, Class,   Activity, use case)
3. Paper pembuatan WEB, yang akan di persentasikan minggu depan.

PR Organisasi:
1.  Pematangan materi untuk seminar IT tanggal 2 Juni 2013
2. TOR rihlah tanggal 09 Juni 2013
3. TOR serta konsep untuk TO "Training Organisasi" tgl 15 - 16 Juni 2013

dan ngejar tulisan" Kisah sejati" yang insyaalloh akan dimuat di Majalah Cetak Annida Edisi Juni 2013.

Bismillah..ya Rob mohon tuntunan dan kemudahan dari-MU,
hanya kepadaMU lah hamba memohon pertolongan
Agar yang terlihat sulit Engkau mudahkan
Agar aku mampu fokus menyelesaikan semuanya dengan baik.


Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya.
(Shaidul Khatir, 375)



Selasa, 21 Mei 2013

Puisi: Keabadian Cinta
















Oleh: Titis As Sausan



Cinta jangan pergi ...
Apalagi berlari dariku...
Tetaplah temani aku disini...
Tetaplah disampingku saat ini...



Cinta...tak pernah kunikmati
Kau...bagai buih yang terhampar di gurun hati
Di gersangnya jiwa-jiwa yang rapuuh



Cinta...datanglah penuhi hati ini
Cinta...meski belum kutemui kau saat ini
Meski Ku tak mengerti makna cinta yang sejatinya
namun tetap kan ku nanti



Cinta...tetap kunanti
Hingga jiwaku terbang bersama CintaNya menuju arsyNya yang tinggi
ketempat keabadian cinta bermuara



Puisi : PALESTINA BERDARAH

















oleh : Titis As Sausan

Gersang hembusan angin menerpa
Bersama kobaran api yang menyala-nyala
Dan debu terus mengepul di udara

Dentuman keras menyadarkan jiwa yang terlelap
Merah membara dalam malam yang pekat
Raungan, jeritan, dan tangisan sudah menjadi lengkap

Rintihan kehilangan terus menggoreskan luka
Tubuh-tubuh berlumuran darah
Hancur terkapar tanpa nyawa
Dalam pecahan batu batu berselimut debu arwah

Bocah kecil di balik tembok penjajah
Hilir mudik langkah kaki-kaki lelah melewatinya
Tak seorangpun datang menghampirinya
Tangisan pilu itu tak ada yang menghiraukannya

Semua terlena...

Pada nyawa yang berterbangan
Pada jasad tanpa nadi yang berserakan
Sungguh mengerikan...
  
Kau lihat...
Betapa kejamnya mereka
Kebiadapannya menghilangkan rasa
Tentang kemanusiaan terhadap sesama

Kau Lihat...
Api ...
Darah
Air mata...
Menyatu dalam saksi sejarah
Tentang negeri Palestina berdarah

Hari ke -23 serangan israel ke Palestina
Jakarta, 18 january 2009
Pernah dimuat di majalah Annida Online

Sendiri



Masih sendiri ^^
Sepertinya memang pekerjaanku memerlukan ketenangan dan kesunyian  agar dapat feel dan fokus. Sebab sering sekali aku berada sendirian dalam ruangan ini, walaupun ruangan sebelah cukup ramai dan sekatnya pun tidak  terlalu tinggi buatku. Sebenarnya aku tetap bisa berbincang dengan mereka tapi sayangnya mereka laki-laki semua, tak mungkin juga aku berbincang dengan leluasa. 

Jangan sedih ;(
Disini masih ada ibu Ida yang sering keluar masuk ruangan sekedar untuk merebahkan tubuh atau menghantarkan makanan atau numpang ke toilet, secara privasi nya lebih terjaga sebab ruangan kerja yang ku tempatkan sekarang sangat menjaga adab ikhtilat dan khalwat, subhaanalloh ^^

Betah sich walaupun sendirian...karena jika kesendirian itu kita maksimalkan bisa menambah kualitas diri, dan kita bisa lebih banyak melakukan yang bermanfaat dengan time yang tepat dan sistematis, but ga ada yang mengganggu^^ oppss...maksudnya tidak ada yang sibuk panggil-panggil sekedar untuk membenahi letak buku:).lho..lho.. ga nyambung  gini sich^^

Tetap semangat :)
Dengan kesendirian banyak hal yang bisa kita lakukan, mulai dari memperbaiki segala hal yang selama ini tidak terfikirkan dan banyak hal yang perlu diinovasi dan di evaluasi, pokoknya sendiri itu juga asyik kok^^), membuat kita menjadi lebih kreatif dan harus melangkah dengan semangat baru yang lebih segar.

Yakin, akan datang teman:):) asyiiikkk
Alhamdulillah, jika sudah mendekati jam 10.00 pagi. satu persatu penghuni ruangan ini datang. akhirnya aku berdua dan ga sendirian lagi dehh,,,,
" Yakinlah ketika kau saat ini masih sendirian, jangan bersedih, tetap semangat dan ikhtiar dengan bersabar, insyaAlloh teman yang kau tunggu akan tiba juga".

Lakukan hal yang membuat kita semakin menjadi manusia yang berkualitas. Oke sekarang ga boleh sedih apalagi ga semangat yuaahh^^, lakukan yang bisa membuat hati senang dan tenang jangan lupa dekatkan kembali diri kepada sang Khalik.

Selamat menikmati kesendirian dan penantian yang indah