Tausyiah

Hasan Al-Banna
Seorang da'i itu, jika dalam kelas ia menjadi yang paling cerdas, seolah dihabiskan hidupnya untuk belajar. Jika di tempat olahraga ia menjadi yang paling tangkas, seolah hidupnya dihabiskan untuk berlatih. Jika di majelis Al-Qur'an ia menjadi yang paling fasih dan banyak hafalannya, seolah hidupnya dihabiskan untuk menghafal. Dan dalam proyek-proyek dakwah mejadi yang terdepan, seolah habis hidupnya untuk proyek-proyek dakwah tersebut.

Jumat, 30 November 2012

Puisi: Rindu Illahi



Ku gapai gemintang yang terang
Dalam gelap dan heningnya malam
Ku sentuh kedamaian qolbu
Dalam setiap detak nadiku...

Robb...kuingin jiwa ragaku
Terpenuhi kerinduan kepada-Mu
Ku ingin berada dimana hati khusyu’
Terpaut dalam keheningan, kesyahduan
Dan keindahan malam
Dalam merajut benang kasih
Syurga yang hakiki dimana aku takkan pernah ati...


                                                                                    By : titis as_sausan

Allah Aku Rinnnnnnnduuuuuu ....
Ketika mata ini menjadi saksi penyesalan atas kesalahan, dan dosa...
Saat aku terpekur dalam khusyu’nya malam yang syahdu...
Saat bintang bersinar dan menerangi gelapnya hatii..
Saat gerimis-gerimis air mataku terus mengaliri pipi ini...
Saat semua beban dan dosa seakan kau ringankan dan Kau ampuni...
Saat tubuh ini seakan ringan dan terbang dalam bayang2 syurgaMu...
Allah ketenangan dan kebahahagiaan dunia dan akhirat itulah tujuanku....
Jangan kau jauhkan aku Ya Allah...biarkan jiwa ini selalu dalam dekapMu...
Biarkan aku tenggelam dalam syahdunya bersamaMu...


"Arti Sahabat"


                                                                 Jum’at, 20 Mei 2011
Alhamdulillah hari ini kami menyelesaikan presentasi kami yang pertama yaitu mata kuliah PTIK, ya meski masih banyak kekurangan disana sini, buat kami ada harapan untuk perbaikan dalam episode-episode selanjutnya, Semoga Allah menilai kami bukan hanya sekedar  ingin dipuji, Riya’ na’udzubillah ya Allah. Kami mohon ampunanMu, dari tingkah dan niat kami yang tak lurus ini,ya tetapkan aku menjadi seorang yang tawadhu’ dan rendah hati, beri hambaMu kesempatan untuk lebih banyak berbuat yang manfaat bagi keluarga dan masyarakat, Ya Allah Aku mohon jangan Kau buat kami lalai dan  terbuai dengan keindahan yang menghilangkan kenikmatan saat aku mahabbah kepadaMu, ya Allah Semoga Engkau berkahi orang tua kami, sahabat dan teman kami yang telah mencurahkan kasih sayang tulus dan ikhlas kpdku...dan teman2 yang telah dengan rela menshare sebagian dariilmu mereka yang telah Kau karuniakan..
Semoga ukhuwah ini terjalin karena ridho Mu sehingga Kau kekalkan kami dalam hal kebaikan dan saling mengingatkan dalam kebahagiaan dunia akhirat, ya semoga kami dapat saling memotivasi dalam cintaMu,...
Sahabat-sahabatku,,,keinginanku terdalam kpd kalian adalah aku ingin sekali kalian dan aku bisa saling mensuport dalam perbaikan diri untuk kehidupan yang lebih baik dunia dan akhirat, terutama mengingatka dalam perbaikan ibadah, dan akhlak kita masing-masing.
Sahabat-sahabatku...aku ingin jadikan ukhuwah dan persahabatan ini sebagai sebabnya kita kelak diijinkannya masuk syurgaNya.amin..
Jujur Ya Allah aku rindu sekali ketika hati kami berada di ketinggian  puncak keindahan dan manisnya iman,,, sehingga mata, telinga, tangan kaki bahkan hati ini menjadi khusyu’ dan merasakan betapa Engkau dekat denganku,,,ketenangan batin dan kesejukan jiwa,,,


Butiran Rindu Untukmu BU...


Bu...
Masih terbayang jelas saat punggung tanganmu kukecup...
Dan kucium kedua pipimu yg mulai terlihat mengendur...
Aku rindu ritual seperti itu bersamamu Bu...
Yang harusnya setiap hari aku lakukan...
kini harus tertunda...

Bu...
Teringat saat ku coba mengobati luka dikakimu...
Dan saat itu Kau terlihat manja padaku...
TerIngat saat kukenakan kaos kaki itu dikakimu Bu...
Dan kaupun seperti ingin bermanja sekali hari itu bersamaku...
Mungkin karena kau akan cukup lama disana...
Sehingga kau berusaha mengobati rinduku ...
Dengan memberikan kenangan manja itu untukku...

Bu...
Semoga Kau baik-baik disana...
Untaian do'a-do'aku untk keselamatanmu...
Akan selalu kulantunkan untukmu Bu...
Biarlah rinduku akan kusandarkan dalam do'a- do'a malamku...
Bersama Robbku...

Segeralah kembali ya Bu...(I Miss U Mother)

Senin, 26 November 2012

Wahai Ibu yang Berkaca Mata ... Maafkan aku

Siang ini hari tidak begitu panas justru terasa sangat sejuk walau jam telah menunjukkan pukul 12.45..hhmm Jakarta jarang sekali terjadi cuaca yang seperti ini, setelah persiapan untuk rapat KPU di Kampus aku juga sudah mempersiapkan untuk langsung kuliah sore ini.

Bismillahi tawakaltu'alalloh...aku melangkah keluar rumah. Sampai dijalan naik angkot Mikrolet 37 yang kesenen, sampai terminal senen maksudnya aku langsung mencari mobil Mikrolet 01 kp. Melayu yang nantinya melewati salemba tempat kampusku berada.

Alhamdulillah langsung dapat mobil yang di tuju, masih cukup sepi bisa langsung ambil posisi aman deh...setelah duduk tiba-tiba pandanganku mengarah kehadapan persis seberangan tempat dudukku, ada seorang ibu dengan kaca matanya, dengan perawakan tubuhnya cukup dibilang kurus, pakaiannya pun tidak lusuh sekali namun terlihat usang, Ia menatapku aku kaget dan tersadar.

Ternyata aku menyadari kalo rok panjangku sedikit naik sehingga kaos kaki di betisku terlihat sedikit, buru-buru langsung aku turunkan sambil tersipu malu, astaghfirulloh...kok bisa ya? dan baru sadar sekarang. tapi bersyukur tatapan ibu itu telah menyadarkanku.

Masih tersipu malu dengan peristiwa tadi, akhirnya aku amati ibu tersebut, kenapa tatapannya datar saja ya, tak ada reaksi apapun terhadapku. dan tatapanku akhirnya menuju satu titik di sebuah pergelangan tangan kanannya yang terbalut perban usang. dalam benakku apa yang terjadi dengan keadaan ibu ini?? kasihan sekali ya Allah, melihat mata, fisik dan penampilannyapun cukup membuat hati ini pilu.

Seperti tidak terurus, ya Allah aku hanya mampu berdo'a semoga hal seperti ini tidak terjadi dengan Ibiuku, dan rahmatilah ibu ini Ya Allah. Tiba-tiba aku disadarkan dengan pembicaraan ibu di sebelah tempat dudukku, " Ibu turun disini ya ", katanya mengarah pandangan ke Ibu berkaca mata tadi," Pak Sopir turunnya yang deket dengan angkot 04 ya, bantu ibu ini, saya tidak bisa anter, karena tujuannya beda", sopirpun mengangguk-anggukkan kepalanya. 

Lalu ibu berkaca mata itu berkata, "bu bantu saya ya, saya mau ke arah percetakan negara yang deket lampu merahnya, maaf bisa bantu saya ke angkot 04, karena saya tidak bisa melihat".

Deg...jantungku serasa sesak mendengar ucapan ibu berkaca mata ini, 'Ya Robb,,,kasihannya beliau kemanakah keluarganya, sehingga matanya yang tak dapat melihat dia harus berjalan sendiri, pikiranku teringat dengan sosok ibuku lagi.

Ya Allah  jangan sampai kelak hal ini terjadi dengan Ibuku,,,kami harus menjadi anak yang berbakti,,,,yang mengasihi orang tuanya, apalagi saat telah lanjut usia", lalu aku beranikan diri menawarkan untuk mencoba menggandengkan tangannya bersama satu orang mba-mba yang turun dari mobil tersebut, " sini bu saya bantu, kuraih lengan tangannya yang kurus, kutuntun langkah kakinya yang meraba, hatiku seakan sesak sehingga tak mampu berucap sepatah katapun, hening, sepi tanpa bicara.

Namun mba yang ikut membantu mulai membuka pembicaraan," Mba mau kemana?", tanyanya 

"Saya mau ke Salemba Tengah  BSI 22 Mba, mba mau kemana memang?" tanyaku

"Ingin ke rutan salemba," jawabnya
"Mba mau antar ibu ini?"
"Boleh, Mba mau antar juga?"

Saya bingung ketika ditanya seperti itu, saya sudah telat setengah jam untuk rapat hari ini, dan saya juga ga lewat lampu merah percetakan negara, hhmmm....ingin sekali menolong tapi galau ga jelas, akhirnya egoiskupun keluar.

 "Sebenarnya saya ingin membantu, tapi saya sedang ada urusan, maaf ya mba, mba bisa bantu ibu inikan? "

Memastikan agar mba ini bisa benar-benar mengantarkan ibu ini ketempatnya.

"Iya mba ga pa pa nanti saya antar kebetulan saya lewat tempat ibu ini, makasih ya mba..", katanya

"Saya yang bilang terimakasih mba sudah membantu ibu ini".

lalu aku berpisah darinya....
Ada kesedihan hati karena tidak dapat menolongnya hingga ke tujuan, semoga Allah SWT menjaga ibu ini selalu ...aamiin ya Allah...


Ku raih lengan tangannya yang kurus, 

Ku tuntun langkahnya...
Sepi, sunyi, hanya derap langkah-langkah kami yang terdengar...
Aku seperti terhipnotis dengan peristiwa siang ini...
Ada desiran kepiluan dalam lengan yang ku genggam...

dari Mata fisiknya yang tak lagi mampu melihat indahnya dunia...
dari tubuhnya yang kurus, ada sepenggal derita dalam hidupnya
namun ada banyak pelajaran ba
giku saat bertemu denganmu...
desiran rasa rindu tiba-tiba menguasai diriku...
desiran rindu saat ku genggam tangan ibuku....
Tangan ibuku yang begitu hangat dan nyaman bagiku....

wahai ibu yang berkaca mata disana...
maafkan aku...
hari ini aku tak bisa membantu menuntunmu hingga ketempat tujuanmu...
hanya sampai disini kumampu menuntunmu ...
wahai Ibu yang berkaca mata disana...
Ada rasa bersalah saat ku lepaskan genggaman tanganku darimu...
Sekali lagi maafkan aku ...

Ibu yang berkaca mata disana...
Semoga Allah SWT. melindungimu, menunjukkan cahaya bagi langkahmu didalam gelapnya mata fisikmu...
Semoga Allah SWT. senantiasa manjagamu, merahmatimu... menjadikan hatimu sebagai lentera disetiap langkahmu...

*by: Titis As Sausan @Salemba jakpus

Minggu, 25 November 2012

" Muslimah Itu...."


1.       #muslimahitu | mendahulukan kecantikan dengan akhlak baik dan merawat kecantikan fisik
2.       #muslimahitu | yang diamnya menjadi pesona bagi mukmin dan suaranya sanggup melantakkan pemikiran kufur
3.        #muslimahitu | yang menghargai dirinya, dan hanya mempersembahkan dirinya pada satu-satunya manusia yg layak yakni suaminya
4.        #muslimahitu | dicemburui bidadari surga dengan menjaga shalat dan puasanya, baik yg wajib pula yg sunnah
5.       #muslimahitu | dimuliakan karena ia memuliakan diri, dan dihinakan karena ia yang memulai menghinakan dirinya
6.        #muslimahitu | memiliki harga, dan menentukan harganya sendiri, dan mereka akan dibeli oleh yg mampu membayar harganya
7.       #muslimahitu | lepas dari anggapan manusia tentang dirinya, anggapan Allah kekasihnya jauh lebih penting baginya
8.        #muslimahitu | bukan yg kerap berdiri di cermin, namun ia lebih sibuk mematut diri dalam bayangan para shahabiyah dan istri Nabi saw
9.       #muslimahitu | harus tegas pada pria yg belum jadi pasangan hidupnya, bukan berlembut-lembut sehingga diremehkan
10.   #muslimahitu | lebih banyak hafalan Al-Qur'annya dibanding hafalan lagu-lagunya
11.   #muslimahitu | tidak menggalau dan tidak membuat orang lain galau dengan tingkah polahnya
12.   #muslimahitu | karunia terbaik dari Allah buat lelaki, perhiasan dunia terbaik bagi lelaki, tanpanya lelaki tiada lengkap
13.    #muslimahitu | lebih banyak dipilih oleh lelaki karena sikap keibuannya, bukan karena bisa selesaikan persamaan matematika
14.   #muslimahitu | tak anggap boyband kemayu keren, tapi anehnya menganggap darah syuhada dan tinta ulama itu keren
15.   #muslimahitu | lebih banyak tangisannya atas penderitaan umat dibanding tangisannya atas dua sejoli di sinetron korea
16.   #muslimahitu | menahan lisannya lebih banyak, dan berdzikir lebih sering, belajar lebih banyak, dan beribadah lebih sering
17.   #muslimahitu | penyejuk pandangan karena pakaian mereka yg menutupi badan, penyejuk hati mereka menjaga pandangan
18.   #muslimahitu | bahan olok-olokan bagi orang pandir, bahan pembicaraan bagi aktivis lelaki palsu, dan pengingat malu bagi lelaki mukmin
19.   #muslimahitu | selalu siapkan diri untuk menjaga keluarganya kelak hindari neraka, dan tunjukkan jalan menuju ke surga
20.   #muslimahitu | bahagianya saat dia mampu sabar dalam musibah | dan senangnya saat mampu syukur dalam nikmat
21.   #muslimahitu | meneteskan airmata saat bahagia dan sedih semudah ia meneteskan airmata saat takut adzab Allah padanya
22.   #muslimahitu | bisa mulia karena parasnya Aisyah, bisa mulia karena bijaknya Khadijah, bisa mulia karena sabarnya Shafiyyah
23.   #muslimahitu..? bagaimanakah menurut kamu? >> jadilah duta Islam, karena wanita lebih dipantau daripada pria, tampikan dirimu :)


(dari tweet Ust. @felixsiauw 10 Mei 2012)

"Plis Berikan Kepastian"

Muslimah Pembelajar
Bismillahirrahmanirrahim…

“Kira-kira aku pantes nggak ya bersanding dengannya. Dia berilmu, sedangkan aku? Jauh dari berilmu.”

“Siapa?” aku mengalihkan pandangan langsung ke matanya.

“Kemarin ada yang ngelamar aku.”

“Hah! Terus-terus?” aku memburu.

“Aku belum berani ngasih jawaban.” Matanya meredup, ada ragu yang nggak bisa ditutupinya.

“Orangtuamu gimana?” aku makin penasaran.

“Mereka belum aku beri tahu,” katanya lagi.

“Lho, terus dia ngelamar lewat siapa?”

“Lewat chat Facebook, soalnya dia jauh di sebrang sana.”

“Heh!” Aku agak terkejut, walaupun aku sering mendengar kalau banyak yang menikah karena bertemu lewat facebook. Tapi kali ini menimpa sahabatku sendiri.

“Terus kamu tahu dia berilmu dari mana?” tanyaku lagi.

“Ya dari obrolan kita, dari status-statusnya, dari Link-link yang sering dia share buat aku. Dia juga anti pacaran sama kayak aku, cuma ya itu, kalo aku mau nerima aku harus mau nunggu dia selesai kuliah dan kerja dulu.”

Alisku terpaut, resah dan bingung, “Kalo dia memang masih mau nyelesain kuliah atau kerja dulu, kenapa ngelamarnya sekarang? Lewat Facebook pula? Kenapa nggak langsung sama orangtuamu?”

Dia mengangkat bahunya, “entahlah, tapi aku sudah terlanjur memiliki perasaan dan berharap padanya. Cuma aku nggak tahu harus bagaimana, mau diterima tapi nggak pasti, nggak diterima aku terlanjur suka sama dia. Kriteriaku banget.”

Aku menghela nafas, aku juga bingung apa yang harus aku lakukan pada sahabatku ini.

♥♥♥

Bukan cinta namanya kalau nggak bikin bingung, nggak bikin galau, nggak bikin nyesek. Tapi pernah nggak sih sahabat ngerasain dilamar atau ngelamar lewat facebook?

Berjuta rasanya ketika ada seseorang yang menyatakan ingin mengkhitbahmu meski lewat facebook, sms atau telpon. Hanya saja ketika kamu dikhitbah, apakah kamu meyakini dia akan menyikapi dengan serius atau hanya sebuah keinginan semata untuk menghalalkan KEDEKATAN kalian?

Hati-hati! Kamu nggak pernah tahu keseriusan seseorang sebelum dia datang kepada walimu, apalagi ada embel-embel nanti datang ke orang tuamu setelah lulus kuliah atau setelah dapat kerja. Lalu buat apa mengkhitbah kalau pada akhirnya dia nggak yakin dengan kemampuannya sendiri, justru melibatkanmu dalam penantian dan kegalauan. Bukankah hal ini menjadi jalan syetan untuk membawamu mengikuti kemauannya?

Bila kamu memang menyukainya, yakinkanlah dia untuk segera menemui orangtuamu tapi nggak dengan saling merayu apalagi termakan rayuan dengan menyetujui proses tanpa ada wali atau orangtua yang tahu. Kalau sampai itu terjadi apa bedanya dengan pacaran, hanya nama saja yang berbeda.

Nggak ada yang bisa didapatkan dari ketidakpastian selain rasa kecewa, tangis, dan galau. Jadi ketika dia memang masih nggak yakin dengan waktu untuk bertemu dengan orangtuamu, sudahlah… hentikan untuk berharap. Segera kembali berharap pada Allah Azza Wa Jalla, biarkan Dia yang menunjukkan jalan-Nya untukmu. Jika memang kamu berjodoh dengannya, sekarang ataupun nanti dia akan tetap menjadi pasanganmu, hanya saja dengan jalan yang pantas dan diridhoi-Nya.

So, mulailah berbenah. Jangan tergoda dengan status-status dari lawan jenismu, sms-sms yang nggak penting dari lawan jenismu. Jangan sampai kamu membuka pintu syetan lalu dengan tunduk kamu memasukinya. Pastikan, kamu membuka hati dan logikamu. Terjebak dalam ketidakpastian cuma akan membuatmu nggak berdaya bahkan jauh dari kebenaran yang ingin membuatmu kembali pada-Nya, atau kamu dengan rela menjauh dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Percayalah, Allah selalu memberikan jalan yang nggak pernah kamu sangka, jadi jangan pernah terjebak dari jalan yang Allah jauhkan darimu. Cinta bukan hanya kata, ia seharusnya berbuah surga bukan petaka.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. ath-Thalaq: 2-3)

Wallahua’lam bish shawwab.

♥♥♥

Semoga Bermanfaat InsyaAllah


Menguatkan diri sendiri

Muslimah Pembelajar
Siang ini hujan sangat deras mengguyur kota Jakarta, terutama Jakarta Pusat. dari pagi hingga siang ini diriku masih saja berkutat dengan tugas-tugas kampus yang tidak kunjung selesai, dan lagi agenda-agenda dakwah kampus dan organisasi kampus lainnya, yang memang aku diberikan amanah untuk ikut andil disana.

Cukup penat memang, pikiran rasanya penuh sekali dan otakku rasanya sangat panas,  hhmm astgahfirulloh...ya Robb ampuni aku...aku tak boleh mengeluh, sebab kepercayaan yang telah Kau Anugerahkan kepadaku, aku memohon kekuatan baik fisik dan Ruhiahku untuk mampu mengatasi semuanya, aku yakin aku tak sendiri, ada Engkau yang senantiasa bersamaku, walau kadang rasa sendiri itu mengusik jiwa, namun apalah artinya jika RahmatMu selalu kau curahkan padaku.

Robb...Kuatkan jiwa ini...
Robb...mampukan diri ini mengatasi segala persoalan-persoalan...
Robb...kuserahkan jiwa dan ragaku,,,